Home / BANGKA BELITUNG / Muntok Pernah Menjadi Tempat Pengasingan Soekarno | BANGKA BELITUNG

Muntok Pernah Menjadi Tempat Pengasingan Soekarno | BANGKA BELITUNG


LASPELA, Muntok
– Kota Muntok sebagai ibukota Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu wilayah di Pulau Bangka Provinsi Bangka Belitung yang dikenal memiliki tempat objek wisata bersejarah paling istimewa  dibanding kabupaten lainnya, sebab, wisata sejarah yang paling penting ialah Kota Muntok pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno pada zaman penjajahan Belanda.

Bupati Bangka Barat (Babar), H.Parham Ali kepada media Laspela mengatakan, rumah pengasingan Soekarno merupakan salah satu contoh kecil objek wisata sejarah yang ada di Bangka Barat, di rumah pengasingan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat berharga dalam menentukan nasib bangsa dan negara Indonesia.

Di Tempat pengasingan inilah kata Parhan, Sang Proklamator merancang strategi kemerdekaan Indonesia, bahkan bukti nyata dari peninggalan bersejarah presiden pertama RI ini berupa barang berharga seperti mobil RI 1 dengan Plat BN 10 masih terpampang di rumah pengasingan yang terletak di bukit Menumbing termasuk meja kerja dan tempat tidur Soekarno.

“Saya yakin, siapapun yang melihat tempat pengasingan berada di atas bukit Menumbing tersebut akan selalu teringat dan ingin datang kembali mengunjunginya,” ujar Parhan.

Ia menambahkan, selain objek wisata sejarah, objek wisata  lainnya di Babar juga sangat beragam, mulai dari wisata pantai, wisata laut, wisata hutan dan wisata perkebunan lada.

Terkait fasilitas penunjang pariwisata, Babar diyakini memiliki beragam tempat singgah ataupun tempat peristirahatan yang cukup memuaskan bagi pengunjung, mulai dari Home stay, perhotelan hingga penginapan biasa. Dengan demikian khusus fasilitas menginap dirasakan bukan sebagai persoalan yang utama lagi bagi wisatawan yang ingin mengunjungi objek wisata di Babar.

Parhan tidak memungkiri jumlah kunjungan wisatawan luar akan meningkat drastis datang ke Babar jika ada event-event nasional ataupun internasional saja. Sementara hari-hari libur, kunjungan wisata minim dan mereka yang berkunjung hanya wisatawan lokal. Hal tersebut dikarenakan masih minimnya pelaku usaha, agen travel ataupun para guide yang bisa mengemas nilai jual objek wisata Babar menjadi luar biasa seperti menjadikan suatu produk paket kunjungan wisata seharian penuh.

Untuk itu, rencananya kedepan Pemkab Babar akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama pelaku usaha agen travel dan para guide lokal melalui pelatihan khusus dengan milibatkan stackholer, seperti Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo) Babel.

“Masyarakat Babar harus bisa mempertahankan budayanya. Seyum, sapa, salam harus diutamakan kepada siapapun yang datang ke Babar. Perkenalkan objek wisata kita, kuliner khas Babar hingga kebiasaan masyarakat sehari-hari. Tunjukan kepada dunia bahwa Babar memiliki karakter tersendiri dalam bersosialisasi,” tuturnya (ronie).

 

About Yudhie Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: