Home / BANGKA BELITUNG / KABUPATEN BANGKA SELATAN / Basket GGL Ukir Prestasi Anak Muda

Basket GGL Ukir Prestasi Anak Muda

BASKET ternyata bukan soal permainan saya atau permainan mereka. Basket adalah permainan kita. Sebagai penonton, kita pun sejatinya sedang turut bermain dan larut dalam spirit serta perjuangan klub-klub yang sedang bermain. Melalui permainan bola basket, kita diajak menjadi orang terkuat, tegar dan bangkit ketika jatuh. “Pecundang bukanlah orang yang jatuh, tapi pecundang adalah orang yang jatuh dan tidak mau bangkit lagi,” kata Shintaro Midorima. Itulah yang terjadi di Grace Garden Lie, Kayu Besi, Bangka Tengah, sebuah bekas tambang yang dicipta menjadi Lapangan Bola Basket yang megah, lengkap dengan kebun buah naga dan pepohonan nan teduh.

Senin (4/4-2016) Grace Garden Lie berubah menjadi seolah siang. Lampu-lampu terang menerangi klub Wira Taruna Bangka Tengah dan Tim Budi Mulia Pangkalpinang serta 19 klub lainnya yang tengah berlaga dalam Liga Basket tingkat Provinsi. Pada Liga Basket yang dibuka oleh Gubernur Rustam Effendi itu, malam itu dua klub tangguh berkompetisi habis-habisan ketika Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman ditemani Anggota DPD RI asal Kayu Besi, Bahar Buasan dan para camat menyaksikan pertandingan hingga usai.

Ribuan penonton yang memenuhi balkon sekeliling berkapasitas 3.000 orang lebih itu larut dalam semangat bertanding, jatuh bangun menjadi yang tertangguh, menjadi yang terbaik. “Saya telah kehilangan lebih dari 9000 tembakan dalam karir saya. Saya sudah kehilangan hampir 300 pertandingan. 26 Kali, saya telah dipercaya untuk melakukan tembakan kemenangan dalam permainan dan saya gagal. Saya sudah gagal berulang-ulang dalam hidup saya. Dan itulah sebabnya saya berhasil,” kata Michael Jordan, pemain Basket Legendaris memberi spirit kepada anakanak muda yang punya kecintaan pada permainan memasukkan bola ke keranjang itu.

Malam itu kita digetarkan oleh permainan cantik nan sportif penuh semangat serta sorak sorai para akew dan amoy yang hari itu selesai bersembahyang kubur Ceng Beng untuk menghormati leluhurnya. Keringat yang bercucuran, jatuh bangun sang pemain ingin mengatakan ; “Buktikan bahwa saya mampu memberikan yang terbaik untuk mencapai kemenangan. Saya akan terus bermain dan keyakinanku untuk menang tak akan berhenti. Karena ketika keyakinanku berhenti maka harapan menjadi juara itu pun berhenti”
****l YUSUF LIE, owner Grace Garden Lie dan Pembina Basket merasa bahagia dan puas melihat animo pemain maupun penonton yang berjubel memenuhi area GGL.

“Kebahagiaan tersendiri menyaksikan suasana seperti ini. Pemain, penonton, dibuka oleh Gubernur Rustam Effendi, disaksikan oleh Pak Bupati Erzaldi, Senator Pak Bahar Buasan, Para Camat. Kita mau sampaikan ajang Liga Basket Provinsi di GGL ini mampu mengukir atlet basket berprestasi yang mengharumkan nama Babel di tingkat nasional,” ungkap Yusuf Lie sambil menyebutkan atlet basket Babel yang kini main di klub-klub nasional. Sambil mengatakan impiannya GGL menjadi ajang kompetisi DBL, Yusuf Lie, penerima Award of Honour karena dedikasinya di dunia basket itu juga mengatakan, “Anak-anak basket digembleng secara fisik dan mental serta berkepribadian juara. Kita ingin mereka tidak tergoda oleh penyalahgunaan narkoba yang akan meruntuhkan karir mereka dalam studi maupun bekerja.” Bupati Erzaldi juga bahagia dan bangga bisa mengumpulkan anak anak muda dalam kegiatan wisata sport yang sangat positif.

“Basket mendidik mereka untuk bersaing dengan lawan yang kuat. Mereka belajar arti kepercayaan ketika diberi bola (dipassing). Dalam lapangan yang sekecil itu mereka belajar makna kerja sama, kerja keras, semangat, kepercayaan, sportivitas dan juga persahabatan,” kata Erzaldi. Erzaldi bahkan ingin membuat even Basket Coach dengan menghadirkan pemain kaliber nasional bahkan internasional untuk menularkan kepiawaiannya kepada pemain-pemain kita yang berprestasi.

“Model Basket Coach yang bisa ditangani oleh Perbasi Bangka Tengah ini pasti menarik dan akan melibatkan komunitas perbasketan se Babel. Banyak pemain basket berprestasi dihasilkan dari Kayu Besi Bangka Tengah ini dan itu sudah melegenda,” kata Erzaldi. Baik Erzaldi, Yusuf Lie, Bahar Buasan dan Panitia Liga Basket ingin prestasi basket ini ditingkatkan dan bisa diukur keberhasilannya seperti pemain- pemain basket yang sudah masuk dalam pra PON.

“Liga Provinsi ini memperebutkan piala bergilir Bupati Bangka Tengah dan berbagai bonus dengan harapan ini akan menjadi even t a – hunan,” kata Ketua Panitia dan Tim. “Even yang kita gelar bukan hanya sebatas internal Babel saja, namun pemain kita sudah ada yang mewakili Pra PON di Bandung pada bulan September mendatang dan atlit basket putra yang pertama selama ini. Semoga target kita bisa masuk 8 besar pada Pra PON ini,” harap Yusuf Lie. Sebagaimana Kevin Durant, dari permainan basket kita belajar makna kerja keras ketimbang bakat, “Ketika bakat gagal bekerja keras atau ketika Anda tidak benar-benar memiliki banyak bakat, kerjakeras mengalahkan bakat. Ini berarti; kerja keras lebih baik daripada bakat atau meningkatkan bakat Anda.” Semoga! (adv/ags)

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: